Ucapansyafakallah adalah bagian dari doa untuk orang sakit dan memohon kesembuhan. Syafakillah dan Syafakallah tercantum dalam hadis shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang bunyinya. Selain itu ucapan atau doa lain yang bisa disampaikan ketika mendoakan kesembuhan bagi orang yang sedang sakit adalah Asalullahal adzim rabbal oasis stop crying your heart out lyrics. Ucapan Itu Adalah DoaSetiap dari kita haruslah menyadari dan memahami bahwa ucapan yang keluar dari lisan kita, baik disengaja maupun tidak sengaja, adalah doa yang akan berbalik kepada si pengucap. Ucapan akan terlontar dari kebiasaan dan pola pikir yang selama ini terbentuk. Maka, tak berlebihan, selain ucapan merupakan sebuah bentuk doa, ia juga adalah cerminan dari apa yang ada di dalam pikiran dan hati. Semakin buruk sebuah ucapan terlontar dari seseorang, maka dapat dipastikan pikiran dan hari orang tersebut sama buruknya dengan ucapan tersebut. Sebaliknya semakin baik ucapannya, maka dapat dilihat bahwa orang tersebut memiliki kepribadian yang itu dahsyat, kata-kata itu bibit, ketika engkau mengucapkan sesuatu, engkau telah memberikan kehidupan pada kata-kata Muhammad ﷺ mengajarkan umatnya agar selalu menghiasi diri dengan al-akhlaq al-karimah, berperangai baik, dan berbudi pekerti luhur, baik dalam perbuatan maupun dalam ucapan. Sopan dalam bertutur kata merupakan cerminan dari pancaran cahaya iman dalam diri seorang muslim. Santun dalam berbahasa adalah tanda sempurnanya Islam dalam jiwa seorang berbicara baik sudah masuk ke dalam memori otak bawah sadar, sehingga tanpa dipikir panjang pun, yang keluar dari lisannya selalu ini merupakan hasil proses pembinaan diri jangka panjang. Allah sangat menghargai perjuangan orang yang membiasakan berbicara baik yang tentunya diridhai-Nya- dengan senantiasa meningkatkan orang yang memiliki kebiasaan berbicara buruk, misalnya suka mencaci, mencela, mengutuk, berghibah, membicarakan aib sahabatnya, dan berkata-kata kotor, kata-kata yang membuat murka Allah, ia telah melakukannya dengan kendali otak bawah SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari bersabda bahwa, keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan. سلامة الإنسان في حفظ اللسانPenting untuk menjaga lisan. Sebab lisan diibaratkan pisau yang apabila salah menggunakannya akan melukai banyak dengan ucapan Jika seseorang tak pandai dan tak bijak dalam berucap, kata-kata yang keluar dari mulut hanyalah keburukan yang membahayakan dirinya sendiri juga akan melukai orang di sekitarnya. Nah, orang yang beriman kepada Allah dituntut untuk mampu menjauhi sikap dan sifat seperti itu. Semua ucapan orang beriman harus mampu menjadi penenang, penyejuk, dan menginspirasi orang yang Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba terkadang mengucapkan kalimat tanpa ia teliti apa dampaknya, karenanya ia terlempar ke dalam neraka sejauh antara timur dan barat.” HR. Muslim Doa adalah Pengertian Menurut Agama Islam – Setiap manusia pasti pernah melakukan perbuatan yang disebut dengan “doa“. Yaa, berdoa merupakan salah satu bentuk ikhtiar atau usaha untuk memohon dan meminta sesuatu kepada Tuhan. Doa ini berhubungan langsung dengan Tuhan. Dalam Islam, berdoa merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan. Karena hanya Tuhan lah yang Maha Luas, Maha segala-galanya yang berhak memberikan segala sesuatu untuk hamba-hamba-Nya atau ciptaan-Nya. Sehingga dalam Islam, orang yang tidak mau berdoa berarti ia sombong. Dia merasa bisa melakukan sesuatu tanpa adanya pertolongan dari Sang Maha Kuasa. Padahal semua yang dilakukan manusia, bisa atau tidak, baik atau buruk, berhasil atau gagal, semuanya karena Allah. Nah untuk mengetahui lebih lanjut tentang makna doa itu sendiri, mari kita simak ulasan selengkapnya berikut ini. Secara bahasa, kata “doa” itu bermakna seruan, jadi berdoa itu artinya menyeru, menucap, memanggil. Sedangkan secara istilah “doa” adalah suatu permohonan atau permintaan dan ucapan kepada Allah SWT sebagai penguasa alam semesta, seperti contoh meminta ampunan, pertolongan dari hal-hal yang ditakutkan, keselamatan hidup, ucapan rasa bersyukur, minta diberikan rizki yang halal dan ketetapan iman dan Islam, dan lain sebagainya. Adapun pengertian atau makna dari kata “doa” menurut para Ulama yaitu sebagai berikut Imam at-Thaibi Yang dimaksud berdoa menurut beliau adalah memperlihatkan sikap berserah diri dan membutuhkan Allah SWT, karena tidak dianjurkan ibadah melainkan untuk berserah diri dan tunduk kepada Pencipta serta merasa butuh kepada Allah. Jadi doa adalah sebuah permohonan kepada Allah dan bentuk rasa membutuhkan-Nya. Quraish Shihab Doa ialah suatu permohonan hamba kepada Tuhan-Nya agar memperoleh anugerah pemeliharaan dan pertolongan, baik buat si pemohon maupun pihak lain yang harus lahir dari lubuk hati yang terdalam disertai dengan ketundukan dan pengagungan kepada-Nya. Syaikh Taqiyuddin Subki Istilah berdoa itu lebih khusus daripada beribadah. Artinya, barangsiapa sombong tidak mau beribadah, maka pasti sombong tidak mau berdoa. Abdul Halim Mahmud Makna doa menurutnya adalah keinginan terhadap Allah SWT atas apa yang ada pada-Nya dari semua kebaikan dan mengadu kepada-Nya dengan memohon sesuatu. Muhammad Kamil Hasan al-Mahami Menurutnya doa adalah memohon kepada Allah SWT untuk mendapatkan kebaikan dari-Nya. Doa itu termasuk inti dari ibadah, karena bacaan dalam setiap ibadah kita itu mengandung doa. Jadi, doa adalah sebuah ucapan permohonan dan pengakuan bahwa kita ini sebagai hamba Allah yang lemah, tidak berdaya, tidak memiliki kemampuan apapun tanpa Allah, kita hanya bisa berserah diri kepada-Nya, memohonkan segala ampunan, pertolongan, meminta sesuatu yang diinginkan, dan doa merupakan salah satu panyalur kita berkomunikasi dengan Allah. Sekian uraian singkat tentang Doa adalah Pengertian Menurut Agama Islam, semoga dapat memberikan manfaat bagi para pembaca Terimakasih. Seseorang dikatakan beriman kepada Allah dan resmi masuk Islam apabila lisannya telah mengikrarkan diri dengan kalimat, أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah Setelah berikrar, hatinya membenarkan, meyakini, dan mempercayai sepenuhnya bahwa hanya Allah-lah satu-satunya Zat yang wajib diibadahi dan Rasulullah adalah utusanNya. Lantas orang itu harus membuktikan keimanannya melalui tindakan. Setiap tindakan, pikiran, dan ucapan harus sesuai dengan tuntutan Allah dan sunah Nabi. Apa dan bagaimana seorang Muslim bersikap sudah dijelaskan dalam Al-Qur’andan Al-Hadits. Semua tindakan dan ucapan akan selalu Allah beri ganjarannya. Jika ia melakukan dan atau mengucapkan hal-hal yang berbau kebaikan, maka Allah akan mengganjarnya dengan limpahan pahala, rahmat dan ridhoNya, serta kebaikan kepada pengamalnya. Begitu pun sebaliknya, jika ia lebih memilih untuk melakukan dan mengucapkan hal-hal buruk, maka doa, murka, dan keburukan yang akan kembali kepada pelakunya. Berbicara mengenai ucapan, sejatinya ucapan adalah doa bagi orang yang mengatakannya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah menjelaskan, Dari Abi Hurairah, bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba yang berbicara dengan kata-kata yang diridhai Allah ’Azza wa Jalla tanpa berpikir panjang, Allah akan mengangkatnya beberapa derajat dengan kata-katanya itu. Dan seorang hamba yang berbicara dengan kata-kata yang dimurkai Allah tanpa berpikir panjang, Allah akan menjerumuskannya ke neraka Jahanam dengan kata-katanya itu”. HR Bukhari, Ahmad, dan Malik. Pepatah mengatakan bahwa lidah tak bertulang. Maknanya, seseorang bisa terjerumus dalam sebuah bahaya hanya karena ia tak mampu mengendalikan ucapannya. Lidah atau lisan tak ubah laiknya pedang dan pikiran serta hati adalah orang yang mengendalikan pedang tersebut. Jika si pengendali pedang itu mahir menggunakan pedang, maka pedang itu akan menjadi tameng bagi dirinya. Sebaliknya, jika ia payah dan tak berkompeten untuk menggunakan pedang, maka pedang itu akan menjadi bumerang, menyerang balik hingga melukaii dirinya sendiri dan sekitarnya dengan membabi-buta. Tak ada yang tersisa, kecuali kehancuran dan keburukan. Begitupun dengan ucapan. Jika seseorang tak pandai dan tak bijak dalam berucap, kata-kata yang keluar dari mulut hanyalah keburukan yang membahayakan dirinya sendiri juga akan melukai orang di sekitarnya. Nah, orang yang beriman kepada Allah dituntut untuk mampu menjauhi sikap dan sifat seperti itu. Semua ucapan orang beriman harus mampu menjadi penenang, penyejuk, dan menginspirasi orang yang mendengarnya. Setiap dari kita haruslah menyadari dan memahami bahwa ucapan yang keluar dari lisan kita, baik disengaja maupun tidak sengaja, adalah doa yang akan berbalik kepada si pengucap. Ucapan akan terlontar dari kebiasaan dan pola pikir yang selama ini terbentuk. Maka, tak berlebihan, selain ucapan merupakan sebuah bentuk doa, ia juga adalah cerminan dari apa yang ada di dalam pikiran dan hati. Semakin buruk sebuah ucapan terlontar dari seseorang, maka dapat dipastikan pikiran dan hari orang tersebut sama buruknya dengan ucapan tersebut. Sebaliknya semakin baik ucapannya, maka dapat dilihat bahwa orang tersebut memiliki kepribadian yang beradab. Dalam sebuah hadits, Rasulullah mengatakan dan mengajarkan umatnya untuk terus menjaga lisannya dengan hanya mengatakan hal-hal baik atau lebih baik diam sebagai cara untuk membuktikan bahwa mereka beriman kepada Allah. Perintah Rasulullah ini tentu memiliki alasan. Ada beberapa perkara yang Allah sembunyikan waktunya, yaitu maut, lailatul qodar, dan waktu diijabahnya doa dalam sehari semalam. Oleh karena ucapan adalah doa, maka kita wajib memperhatikan memikirkan terlebih dahulu apa yang hendak kita ucapkan. Jangan sampai, salah satu dari ketiga perkara yang Allah sembunyikan waktunya terjadi pada diri kita di saat kita sedang mengucapkan hal-hal buruk. Nauzubillah min dzalik. Memperhatikan dan memikirkan apa yang akan kita ucapkan berarti mampu menahan diri dari keinginan untuk segera mengomentari sesuatu yang berkenaan tentang perkara yang sedang terjadi. Mereka yang mampu menahan diri untuk tidak banyak berbicara berarti sudah memahami betapa pentingnya menjaga lisan. Kemampuan menahan diri untuk tidak berbicara sembarangan perlu dilatih dan pemahaman dasar yang mencukupi tentang bahaya lisan. Menahan diri untuk tidak terlalu banyak berbicara juga erat kaitannya dengan kemampuan mengontrol emosi. Tak jarang, ketika seseorang sedang terguncang, marah, atau sedih, sebagai bentuk melampiaskan amarahnya ia menyumpahserapahi orang di sekitarnya. Ia kesulitan dan terbiasa mengumbar emosinya dengan dalih agar semuanya energi negatifnya tersalurkan. Padahal apa yang dilakukannya justru akan berbalik menyerang dirinya kelak di kemudian hari. Hal inilah yang ditakutkan kalau sampai sumpah serapah itu Allah kabulkan dan Allah timpakan kepada orang tersebut. Setiap ucapan yang terlontar dari mulut seseorang akan memengaruhi gerak gerik orang tersebut. Misalnya saja, ketika seseorang terbiasa berbicara dengan pilihan kata yang baik, suara yang lemah lembut dan penuh kesantunan, otomatis perilaku sehari-harinya juga akan mengikuti gaya bicaranya tersebut. Pola pikir dan perasaannya pun juga seiya sekata. Orang tersebut dapat dipastikan mampu berpikir dengan jernih dan juga selalu berbaik sangka terhadap apapun dan siapapun. Demikian pula dengan orang yang selalu bersemangat dan optimis. Ada yang ia ucapkan pasti tidak jauh dari diksi-diksi berbau motivasi, seperti, “saya pasti bisa” atau “saya yakin mampu” dan lain sebagainya. Perilakunya pun kenenjukkan demikian. Ia hanya melakukan hal-hal baik dengan penuh semangat dan tak heran apabila ia sukses meraih apa yang dia inginkan. Tak mengherankan semua itu terjadi. Akar dari semua itu adalah cara kerja otak dan pola pikirnya. Otak akan mensugesti tubuh sesuai dengan apa yang dipikirkan. Ketika seseorang mensugesti bahwa ia akan sukses, maka gerak tubuhnya akan melakukan kegiatan-kegiatan yang bisa membuatnya berhasil, misalnya belajar, giat bekerja, rajin beribadah, dan lain sebagainya. Juga, otak akan memerintahkan lisan untuk mengatakan hal-hal yang dapat menambah semangatnya serta membagikan motivasi kepada orang lain. Sebaliknya, jika seseorang telah mensugesti bahwa dirinya tidak akan berhasil, katakanlah dalam sebuah ujian tes, maka, otaknya akan merespon dengan seolah menyuruh tubuhnya untuk berhenti berusaha karena merasa akan percuma saja melakukan usaha-usaha bila ia sudah menyangka akan gagal. Lalu lisannya akan merespon dengan cepat. Sebagai bentuk kekesalannya, lisannya mengatakan hal-hal buruk bernada pesimis, seperti “Ah saya tidak mungkin bisa” atau “Orang lain lebih pintar daripada saya” dan lainnya. Tindakan seperti ini, selain berakibat buruk karena dapat memengaruhi kinerja seseorang, memiliki sugesti buruk seperti itu akan mengundang amarah Allah karena ia telah dengan berani mendahului takdir Allah. Ia telah lebih dahulu menyangka bahwa ia tak akan berhasil pada suatu urusan bahkan sebelum ia berusaha terlebih dahulu. Ia menyerah pada keadaan dan tak meyakini bahwa doa bisa mengubah segalanya. Alih-alih berdoa agar Allah memudahkan semua urusannya, justru ia berburuk sangka bahwa ia akan gagal. Allah berfirman tentang larangan seorang hamba untuk mendahului keputusan Allah dalam sebuah ayat yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” QS. Al Hujurat1 Akhir ayat tersebut mengatakan bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Daripada kita terus berburuk sangka sambil mengatakan hal-hal buruk yang hanya berupa dugaan semata, mengapa kita tidak meminta kepada Allah dan mengatakan hal-hal yang baik? Pahamilah bahwa Allah selalu tergantung pada prasangka hambanya. Jika kita senantiasa berprasangka baik, mengatakan hal-hal baik, dan juga Istiqomah beramal sholeh, maka Allah akan memberikan kebaikan pula bagi pengamalnya. Sebaliknya, jika kita terus berburuk sangka, lisan hanya hanya mengeluarkan sumpah serapah, caci maki, dan fitnah keji, maka Allah juga akan memberikan apa yang menjadi persangkaannya tersebut dan juga mengembalikan sumpah serapah, caci maki, dan fitnah kepadanya. Nauzubillah min Dessy Husnul Q Brigitta Winasis April 27, 2022 Inggris Bagaimana cara terbaik untuk mengungkapkan belasungkawa dan simpati? Saat seseorang sedang berduka karena kehilangan orang yang dicintainya, mencari kata-kata penghiburan yang tepat bisa jadi sulit. Orang tersebut sedang sangat berduka, bahkan mungkin mengalami syok. Maka dari itu penting untuk memilih pesan yang tepat. Berikut ini sejumlah ucapan belasungkawa bahasa Inggris yang bisa kamu gunakan untuk menunjukkan rasa duka cita. Ucapan Singkat Thinking of you during this difficult time. – Aku memikirkanmu di masa-masa sulit sincere condolences to you and your family. – Ucapan belasungkawa yang tulus untukmu dan so sorry for your loss. – Aku turut berduka untuk and your family are in my prayers. – Kamu dan keluargamu ada di dalam let me know if there’s anything I can do for you. – Tolong beritahu jika ada yang bisa aku lakukan very sorry for your loss. – Sangat turut menyesal atas wish I was there with you right now. I am so sorry. – Seandainya aku ada untukmu saat ini. Aku turut not hesitate to call or text if you need anything. I’m here for you. – Jangan sungkan menelepon atau mengirim pesan jika kamu butuh sesuatu. Aku ada great big hugs your way. – Peluk thoughts and prayers are with you. Please let me know if you need anything. – Pikiran dan doaku bersamamu. Tolong beritahu jika kamu butuh got the news. I am so, so sorry. – Baru saja dapat kabarnya. Aku turut am so sorry for your loss. How can I help you right now? – Aku turut berduka atas kehilanganmu. Bagaimana aku bisa membantumu sekarang?______ was a wonderful person, and will be greatly missed. – _____ adalah sosok yang luar biasa dan akan sangat have so many wonderful memories of ______. I’m really going to miss him/her. – Aku punya banyak kenangan indah bersama _____. Aku akan sangat have so many wonderful memories of _____; looking forward to reminiscing with you when the time is right. – Aku punya banyak kenangan indah bersama _____, ingin mengenangnya bersamamu pada waktu yang is so hard to believe and I’m so sorry. – Kejadian ini sangat sulit dipercaya dan aku sangat so sorry you’re having to go through this. – Aku sedih kamu harus melewati ini know you are very busy right now, but wanted you to know I’m thinking of you. Very sorry for your loss. – Aku tahu kamu sangat sibuk sekarang, tetapi aku hanya ingin kamu tahu aku memikirkanmu. Turut berduka atas about you day and night. Please let me know if you need anything. – Aku memikirkanmu siang dan malam. Beritahu aku jika kamu membutuhkan can’t imagine what you must be going through. I’m so sorry for your loss. – Aku tidak bisa membayangkan apa yang harus kamu lalui. Aku sangat berduka atas kehilanganmu. Ucapan Panjang So very sorry for your loss. Our hearts are breaking for you. Sending lots of love your way. – Sangat berduka atas kehilanganmu. Hati kami turut hancur bersamamu. Kami mengirimkan banyak cinta thoughts and prayers are with you today and always. We are just a phone call away if you need anything at all. – Pikiran dan doa kami bersamamu hari ini dan selamanya. Kamu cukup menelepon kami jika butuh wanted to reach out and let you know that you have my heartfelt condolences during this difficult time. – Aku hanya ingin berbicara dan memberitahu bahwa hatiku turut berduka di masa sulit cry because it’s over. Smile because it happened. – Jangan menangis karena sudah berakhir. Tersenyumlah karena semua pernah the breath of sweet flowers wafts near and then leaves, so will the pain you are feeling right now. Hold tight, keep your head up, and know that happy days lie ahead once more. – Saat embusan bunga mendekat dan pergi, demikian pula rasa sakit yang kamu alami sekarang. Pegang erat, tegakkan kepala, ada hari yang membahagiakan terbentang di depan sekali _____, I am sorry for your loss. I know how tricky grief can be…one day you’re fine and the next day you aren’t. Please keep me in mind if you find that you need anything at all in the days and weeks ahead, I am here for you. – Untuk _____, aku turut berduka atas kehilanganmu. Aku tahu bagaimana rasa duka itu, satu hari kamu baik-baik saja dan hari berikutnya tidak. Ingatlah bahwa jika kamu membutuhkan sesuatu, aku ada di sini has no time table. Take as much time as you need to process your bereavement and to heal your heart. I will be here for you every step of the way should you need a helping hand. – Kesedihan tidak mengerti waktu. Luangkan waktu sebanyak yang kamu butuhkan untuk memproses kesedihan dan menyembuhkan hatimu. Aku ada di sini untukmu dalam setiap langkah jika kamu membutuhkan fade, but words live on. Please reach out to me if there’s anything you need or anything I can help with. – Bunga berguguran, tetapi kata-kata tetap hidup. Beritahu aku jika kamu membutuhkan sesuatu atau ada yang bisa aku wanted to write and let you know that you and your family are in my prayers right now. I realize that there are no words that I could write or say to make things better, but please accept my sincere condolences on the loss of your loved one. – Aku ingin menulis dan memberitahu bahwa kamu dan keluargamu ada di dalam doaku. Aku sadar tidak ada kata-kata yang bisa aku tulis untuk membuat segalanya lebih baik, tetapi tolong terima ucapan belasungkawa yang tulus ini atas kepergian orang yang kamu so very sorry for your loss. Grief is a universal language that each person speaks but must experience on their own. That said, I have been there and am here for you now. – Aku berduka atas kehilanganmu. Rasa duka adalah bahasa universal yang digunakan semua orang tetapi harus dialami sendiri. Aku ada di sini know we haven’t talked in a while, and it’s been forever since I visited. I’m so sorry for that. I’m even more sorry for the loss of _____. I can’t imagine what you’re going through. It’s so unfair that you have to be without him/her now, but I want you to know that I am here for you now, and plan on visiting soon. Please call or text me when you’re ready. – Aku tahu kita sudah lama tidak berbicara dan sudah lama aku tidak berkunjung. Aku minta maaf untuk itu. Aku turut berduka untuk atas kepergian ____. Aku tidak bisa membayangkan apa yang sedang kamu lalui. Sangat tidak adil kamu harus kehilangan dia sekarang, tetapi aku ingin kamu tahu bahwa aku ada di sini untukmu dan berencana untuk segera berkunjung. Telepon atau kirim pesan saat kamu sudah siap. Belajar Expressions di Kursus Bahasa Inggris Lister Bagaimana, sudah semakin paham expressions dalam bahasa Inggris? Agar kamu semakin fasih, ikuti Kursus General English di Lister. Di sini kamu akan diajari tutor-tutor ahli yang bersertifikat. Kamu dapat menentukan jumlah pertemuan sendiri sesuai kebutuhanmu. Daftar sekarang! Brigitta Winasis A lifetime learner, a magical world wanderer through books and stories. Writing for professional purposes and personal interests. Social Media Subscribe To Our Weekly Newsletter No spam, notifications only about new products, updates. Dalam kehidupan sehari-hari, tidak jarang kita mendengar ungkapan “ucapan adalah doa” dari orang-orang di sekitar kita. Ungkapan ini biasanya disampaikan untuk mewanti-wanti agar kita hati-hati terhadap ucapan-ucapan juga ungkapan itu berarti sebuah motivasi agar kita mengucapkan kata-kata yang baik dimanapun, dalam kesempatan yang baik bisa berakibat baik pula, oleh karena itu saat memberi motivasi untuk meraih cita-cita atau pencapaian yang mulia, maka orang biasanya mengajak kita untuk Al Qur’an Tentang UcapanKita juga diperintahkan untuk menjauhkan diri dari ucapan-ucapan yang buruk, karena Allah SWT tidak menyukai ucapan yang buruk. Dalam Al Qur’an surat An Nisa ayat 148 لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَنْ ظُلِمَ ۚ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًاAllah tidak menyukai ucapan buruk, yang diucapkan dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha ayat di atas jelas tertulis Allah tidak menyukai ucapan buruk. Ucapan-ucapan buruk dapat berupa umpatan, caci maki, hinaan dan sumpah serapah. Allah masih memberi keringanan untuk orang yang memang teraniaya, untuk mengungkapkan kedzaliman yang tidak disukai Allah, ucapan-ucapan buruk akan menambah dosa bagi kita. Contohnya adalah mengumpat dan mencela. Dalam Qur’an surat Al Humazah ayat 1 disebutkan وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍKecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,Dalam Tafsir Al-Muyassar oleh Kementerian Agama Saudi Arabia ayat di atas ditafsirkan dengan “keburukan dan kebinasaan bagi setiap orang yang mengghibahi orang dan mencela mereka”. Ali bin Abi Thalib, Rasulullah SAW bersabda “Jauhilah olehmu sekalian dari mengumpat, karena sesungguhnya dalam mengumpat ada tiga bencana yakni doa tidak dikabulkan, kebaikan tidak diterima, dan kejelekan bertambah”.Saat marah, biasanya ucapan-ucapan yang buruk mudah terlontar. Gambar demikian, maka ucapan-ucapan buruk yang ditujukan kepada orang lain, malah beribat buruk bagi kita karena dibenci oleh Allah SWT dan menambah dosa. Bahkan, umpatan, celaan yang dilontarkan justru bisa terjadi pada orang yang itu, ucapan-ucapan kita juga akan dicatat oleh malaikat sebagaimana juga perbuatan-perbuatan kita dicatat surat Qaf ayat 18 Allah SWT berfirman مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌTiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu dari ayat di atas, semua ucapan kita akan dicatat oleh malaikat, jika baik maka akan dicatat sebagai kebaikan, sebaliknya jika buruk dicatat sebagai amal SAW bersabda إن العبد ليتكلم بالكلمة ما يتبين فيها يزل بها في النار أبعد مما بين المشرق والمغرب “Seorang hamba berbicara satu kalimat yang tidak dipikirkannya, bisa membuatnya tergelincir ke dalam neraka yang jaraknya lebih jauh dibandingkan jarak antara Timur dan Barat.” HR Bukhari.Ucapan Yang BaikLalu bagaimana supaya ucapan-ucapan kita menjadi doa-doa yang baik? Tidak lain adalah dengan mengucapkan kata-kata yang baik. Bagaimana caranya? caranya adalah dengan mengontrol buruk biasanya muncul disaat kita emosi, marah, kecewa dan sedih. Disaat demikian maka kontrol diri sangat penting. Agar kita bisa mengontrol emosi tidak ada cara lain dengan selalu mengingat Allah SWT dengan juga Mengapa Allah Itu Al Alim Sebutkan Bukti-Buktinya Berdzikir dengan kalimat-kalimat thoyyibah seperti istighfar astaghfirullah, bertasbih subhanalloh, tahlil laa ilaha illa Alloh dan tahmid alhamdulillah dalam banyak aktifitas kita selain dapat mengontrol emosi, mengingat Allah SWT juga mendapatkan Al Qur’an surat Al Ahzab ayat 41-42 disebutkan يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللهَ ذِكْرًا كَثِيرًا 41 وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلاً 42“Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah dengan menyebut nama Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.”Referensi 298

ucapan itu adalah doa